PlayTest ID
10 misi · 120 tester · 2 paket berbayar
Marketplace dua sisi untuk developer Google Play dan tester berbayar.
Project Manager Software Engineer Produk digital B2B / B2C
Perencanaan, timeline, dan koordinasi tim — sekaligus menulis kode untuk produk digital B2B/B2C.
Setiap kartu membuka studi kasus lengkap: peran, keputusan, risiko yang muncul, dan hasil yang bisa dibuktikan.
10 misi · 120 tester · 2 paket berbayar
Marketplace dua sisi untuk developer Google Play dan tester berbayar.
5 halaman · 4 dusun · manual book
Website profil dan layanan administrasi desa, dari riset sampai serah terima.
100% offline · klasifikasi otomatis
Pencatatan struk dengan OCR di perangkat, offline dan otomatis.
Bukan daftar semua yang pernah saya dengar. Ini alat dan metode yang benar-benar dipakai di lima proyek di atas — dari menyusun ruang lingkup sampai serah terima.
Pengembangan perangkat lunak saya kelola lewat siklus SDLC, dengan Scrum sebagai ritme kerja harian dan mingguan.
Sejak 2020 saya mengikuti pasar aset digital: riset koin dan berita, ikut airdrop, serta mengamati ekosistem Solana. Yang saya latih bukan prediksi harga, melainkan disiplin proses — riset sebelum keputusan, alokasi yang sadar risiko, dan mencatat alasan setiap keputusan.
Relevan untuk pekerjaan: banyak produk fintech dan crypto butuh orang yang paham kosakata, alur dana, dan risiko penggunanya.
Pembayaran, pencairan dana, dan ringkasan hasil pengujian di PlayTest ID berjalan di atas layanan pihak ketiga berikut.
Menjadi mitra pencarian klien dan pengembangan kanal penjualan produk digital untuk pasar internasional, dengan alur akuisisi yang dapat diulang.
Memimpin tim dua orang dari konsep sampai publikasi aplikasi di Google Play untuk klien luar negeri.
Operasional harian dengan target waktu dan kepuasan pelanggan; melatih manajemen waktu dan ketahanan menghadapi kondisi lapangan.
Saya tidak mulai dari daftar fitur. Saya mulai dari pertanyaan: apa yang harus benar-benar berjalan saat proyek selesai? Dari situ urutan kerja, keputusan, dan cara mengukur kemajuan diturunkan.
Menuliskan masalah, pengguna, dan batas proyek secara tertulis. Ruang lingkup dibagi tiga lapis: wajib, penting, dan ide. Yang wajib menjadi komitmen; sisanya menjadi buffer dan daftar tunggu.
Timeline disusun mundur dari tanggal serah terima, dengan cadangan sebelum tanggal itu. Setiap alur punya satu penanggung jawab, dan ketergantungan antar alur ditulis eksplisit agar tidak ada yang saling menunggu tanpa sadar.
Ritme singkat dan tetap: target di awal minggu, buka hambatan di tengah minggu, ringkasan di akhir minggu. Keputusan yang mengubah lingkup selalu dicatat di satu tempat. Satu titik kontak untuk pihak luar agar tidak ada instruksi yang bertentangan.
Kemajuan diukur dari hal yang bisa dibuktikan, bukan persentase. Setiap minggu ada ringkasan tertulis: apa yang berjalan, apa yang tertahan, apa yang perlu diputuskan. Proyek ditutup dengan serah terima, dokumentasi, dan catatan apa yang akan dilakukan berbeda.
Lebih baik melaporkan satu hal yang tertahan hari ini daripada kejutan di akhir. Status yang terlalu optimis adalah utang yang harus dibayar dengan bunga.
Keputusan yang tidak dicatat akan diingat berbeda oleh setiap orang. Satu tempat untuk keputusan menghemat banyak percakapan ulang.
Bukan "sudah 80 persen", tetapi "developer bisa membuat misi sampai terbit". Kemajuan harus bisa ditunjukkan, bukan diperkirakan.
Proyek belum selesai kalau hanya bisa dijalankan oleh pembuatnya. Dokumentasi dan pelatihan adalah bagian dari pekerjaan, bukan tambahan.
Contoh artefak diambil dari proyek PlayTest ID. Setiap dokumen direkonstruksi dari arsip proyek untuk keperluan portofolio dan mencantumkan catatan kejujuran di dalamnya.
Kompetisi rencana bisnis dan inovasi sejak 2025, plus penghargaan Mahasiswa Berprestasi 2026 dari jurusan.
Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi — Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang.
Dialog Dosen Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi 2026 · Sertifikat No. 169/TI/KM/2026
Smart Study Planner (konsep & mockup)
Catatan: pengajuan PKM tercatat lolos proposal dan diunggah ke Simbelmawa. Produk HelmKu dan Smart Study Planner berupa konsep dan mockup, tidak diimplementasikan penuh.
Malang, Jawa Timur
Terbuka untuk magang Project Manager / Software Engineer — Januari s.d. Juli 2027
Mahasiswa D-IV Teknik Informatika Politeknik Negeri Malang yang berperan ganda sebagai Project Manager dan Software Engineer pada lima proyek digital: marketplace dua sisi B2B/B2C, digitalisasi layanan desa, produk mobile berbasis machine learning, sistem pendukung keputusan, dan produk web realtime. Menyusun timeline dan mengoordinasikan tim lintas disiplin, lalu ikut mengeksekusi bagian teknisnya hingga serah terima.
Saya menikmati bagian proyek yang jarang terlihat: menyusun urutan pekerjaan, memastikan semua orang tahu apa yang harus diselesaikan minggu ini, dan mencatat keputusan agar tidak diingat berbeda-beda. Saya juga terbiasa mengerjakan bagian teknis, sehingga saya tahu kapan sebuah estimasi terlalu optimis.
Di luar proyek, saya terlibat dalam kepanitiaan acara — dari festival kampus sampai acara desa. Di sana saya belajar bahwa koordinasi bukan soal rapat, tetapi soal memastikan informasi sampai ke orang yang tepat pada waktu yang tepat.
Versi DOCX disediakan agar isi dapat disesuaikan dengan kebutuhan per posisi.
Saya sedang mencari kesempatan magang Project Manager / Software Engineer untuk Januari–Juli 2027. Email atau WhatsApp sama-sama sampai.